Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Rabu, 2 November 2016
  Mengenang Arwah Semua Orang Beriman
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
2 Mak 12:43-46 | Mzm 130:1-8 | 1 Kor 15:20-24a.25-28 | Yoh 6:37-40

Sungguh, suatu pemikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan (2 Mak 12:43-46)

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan, bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat, bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu, disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosanya.

 

KEMARIN kita merayakan semua orang kudus, menghormati kesetiaan orang-orang benar di hadapan Tuhan, yang mengatasi kelemahan diri dan melakukan hal yang benar, untuk menjadi tanda harapan bagi semua umat manusia. Hari ini kita mengenang arwah semua orang beriman, terutama orang-orang yang meninggal tanpa sempat bertobat dari dosa-dosanya. Doa-doa dan korban kita semoga diterima Tuhan, agar dosa mereka semua diampuni dan mereka diterima di dalam Kerajaan Kekal. Meneladani Yudas Makabeus, panglima Israel, yang percaya pada kebangkitan (2 Mak 12:43-44), hendaknya masing-masing orang mempersembahkan sebuah intensi untuk semua jiwa, teristimewa jiwa-jiwa yang masih ada di api penyucian, agar segera dibebaskan dari semua akibat dosa dan disatukan dengan barisan para kudus dan malaikat di surga.

Keselamatan yang direncanakan Tuhan itu diwahyukan kepada manusia lewat berbagai utusan yang dipilih Tuhan. Ternyata manusia mudah lupa akan berkat dan kutuk yang datang dari Tuhan. Hari ini, oleh peringatan yang disampaikan utusan Tuhan, umat beriman menyadari dosa, bertobat dan membaharui diri. Besok, ketika akibat dosa itu sudah tidak diingat, ia kembali melakukan kejahatan. Karena itu utusan demi utusan terus dikirim Tuhan. Ketika pemenuhan itu tiba dalam diri Yesus Kristus, Ia memberikan janji penyempurnaan tujuan hidup manusia. "Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman", kata Yesus (Yoh 6:40). Janji itulah yang diwartakan oleh para murid Tuhan, ketika mereka meneruskan tugas pewartaan tentang Kristus yang pertama bangkit dari antara orang mati (1 Kor 15:23). Kabar ini yang kita warisi dari Kristus untuk kita teruskan dalam penghayatan iman kita dan pewartaan kepada bangsa-bangsa.

Inti dari perayaan mengenang arwah semua orang beriman pada hari ini sesungguhnya terletak pada pewartaan akan kebangkitan tersebut. Kristus tidak hanya memberi janji tetapi bukti, yakni kebangkitan-Nya sendiri yang mengalahkan maut, menjadi yang pertama dari semua manusia, meraih mahkota kemuliaan keselamatan. Dalam semangat inilah kita semua menaruh harapan akan kepenuhan hakekat diri kita dalam kemuliaan Tuhan. Kita telah mengimani Kristus; kita berusaha membentuk karakter rohani jasmani kita seperti diriNya; kita menerima, mewarisi dan meng- hayati seluruh karya pewartaan dalam hidup hari ini; kita membentuk satu persekutuan umat Allah yang berhimpun di seputar altar Kristus; kita ada di jalan yang sama menuju keselamatan kekal dalam nama Kristus. Maka mari bertekun dalam doa, agar semua yang mengimani Kristus akhirnya bersatu dengan-Nya dalam kemuliaan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami saling menolong satu sama lain dalam doa dan korban, agar kami diselamatkan oleh-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 130:1-8; R: 1)

Ref: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadamu, ya Tuhan.

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan. Tuhan dengarkanlah seruanku! Biarlah telingaMu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahanku, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi padaMu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepadaMu.
  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan akan mengharapkan FirmanNya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pegawai mengharapkan pagi.
  4. Lebih daripada pengawal mengharapkan bagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
  5. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.
 

Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Kor 15:20-24a. 25-28)

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya.
Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-musuhNya di bawah kakiNya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukanNya di bawah kakiNya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “Segala sesuatu telah ditaklukkan”, sudah barang tentu Allah sendiri, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah Kristus, tidak termasuk di dalamnya. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

 

Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman (Yoh 6:37-40)

Dalam rumah ibadat di Kapernaum, Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu, jangan sampai ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge