Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Sabtu, 19 November 2016
   
 

TAK SEHELAIPUN DARI RAMBUT KEPALAMU AKAN HILANG, KALAU KAMU TETAP BERTAHAN KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU

 
 
 
Why 11:4-12 | Mzm 144:1-2.9-10 | Luk 20:27-40

Kedua nabi telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi (Why 11:4-12)

Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, “Lihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya, keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka di salibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tetapi tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi takut. Dan orang-orang itu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, ‘Naiklah kemari!’ Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.”

 

MOBILKU kularikan dengan kecepatan sedang saja, apalagi di luar terlihat mendung. Aku heran juga, di tengah kemarau ini mendung, apalagi kalau sampai hujan. Agak letih mengemudi, aku memutuskan untuk istirahat di sebuah pemberhentian. Aku memarkir kendaraan dan melangkah keluar. Aku terkejut lalu tertawa dengan kebodohanku sendiri. Mataku silau karena cahaya tajam, ketika aku melepaskan kacamataku. Yang kukira mendung tadi, ternyata karena aku memakai kacamata gelap. Aku lupa, maklum jarang memakai kacamata itu.

Orang Saduki percaya pada Tuhan dan mentaati hukum Musa, tetapi tidak percaya pada kebangkitan. Mereka berdebat dengan Yesus menurut sudut pandang mereka. Siapa yang menjadi suami perempuan yang telah kawin dengan tujuh bersaudara di alam kebangkitan? Fanatik dengan pandangan sendiri membuat mereka tersesat, karena menyamakan keilahian dengan kemanusiaan. Dengan itu mereka menunjukkan, walaupun menerima dan menghayati Kitab Taurat, mereka sebetulnya tidak beriman melainkan sekedar memanfaatkannya untuk kepentingan mereka sendiri.

Ketika kita hendak menumbuhkan iman, yang perlu kita lakukan ialah rela menanggalkan egoisme kita dan menggantinya dengan kehendak Tuhan. Ketika kehendak Tuhan sudah kita terima dan menjadi sudut pandang yang baru, kita akan menghayatinya dengan sukacita. Kehendak Tuhan akan mengalir ke dalam perwujudan yang tulus. Ketika kita berpegang pada diri sendiri dan melihat kehendak Tuhan dari sudut pandang kita, kita hanya akan memanipulasi Firman Tuhan untuk tujuan kita sendiri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga firmanMu menuntun kami agar tidak salah melangkah dan hanya berpedoman pada diri sendiri. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 144:1-2.9-10; R: 1a)

Ref: Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!

  1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
  2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung! Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
  3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
 

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup (Luk 20:27-40)

Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini. Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya. Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.”
Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.” Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawabanMu itu tepat sekali!” Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge