Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Jumat, 18 November 2016
   
 

TAK SEHELAIPUN DARI RAMBUT KEPALAMU AKAN HILANG, KALAU KAMU TETAP BERTAHAN KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU

 
 
 
Why 10:8-11 | Mzm 119:14.24.72.103.111.131 | Luk 19:45-48

Aku menerima kitab itu dan memakannya (Why 10:8-11)

Aku Yohanes, mendengar suara dari langit, yang berkata kepadaku, “Pergilah, ambilah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu.” Maka aku menghadap malaikat itu. Aku minta kepadanya, supaya memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Ia berkata, “Ambillah dan makanlah. Kitab itu akan terasa pahit dalam perutmu, tetapi manis seperti madu dalam mulutmu.” Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat dan memakannya. Rasanya manis seperti madu dalam mulutku, tetapi setelah kumakan, terasa pahit dalam perut. Maka malaikat itu berkata kepadaku, “Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa, kaum, bahasa dan raja.”

 

RATAPAN Singa dari Suku Yehuda berlanjut pada tindakan konkrit untuk mengingatkan orang Israel akan kewajibannya menjaga kemurnian jalan hidup yang mereka terima sebagai anugerah Tuhan. Bait Allah yang kudus itu penuh dengan manusia yang mencari untung. Bisa saja ada kecurangan di sana. Bagaimana mungkin Bait Suci dinajiskan seperti ini? Sang Singa Yehuda pun bertindak tegas. "RumahKu adalah rumah doa, tetapi kalian menjadikannya sarang penyamun", katanya. Ia mengusir mereka semua. Ia memulihkan martabat kudus Bait Suci. Tentu saja Ia dilawan. "Tanda apakah yang dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" tanya orang yang diusir. "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali", sahut Singa Yehuda. Tiga hari! Ya, IA bangkit sesudah tiga hari di dalam kubur.

Tindakan menyucikan Bait Allah sesungguhnya merupakan miniatur dari seluruh pelayanan Yesus. Tuhan berinisiatip menawarkan keselamatan, maka Ia mengajarkan jalan kebenaran dan kehidupan. Manusia ternyata tidak menerima begitu saja. Ia melawan kehendak Tuhan. Tetapi Tuhan yang tersingkir tak hilang. Ia selalu membawa fajar kebangkitan, kehidupan baru yang bersemi sesudah penolakan. Tuhan menawarkan keselamatan kepada kita, maka Gereja meneruskan pewartaan firman kebenaran. Kita tidak selalu rela menerima kehendak Tuhan. Kita berdosa, kita berkhianat, kita memilih jalan yang salah. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Ia menanti kita dengan cinta dan pengampunan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami menguduskan diri dan komunitas kami, Tubuh Kristus yang bersaksi tentang firmanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:14.24.72.103.111.131; R: 103a)

Ref: Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, ya Tuhan.

  1. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
  2. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
  3. Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
  4. Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku.
  5. Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
  6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
 

Rumah-Ku telah kalian jadikan sarang penyamun (Luk 19:45-48)

Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata, “Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!” Tiap-tiap hari Yesus mengajar di bait Allah, para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge