Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA ADVEN PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
   Selasa, 29 November 2016
   
 

 
 
 
Yes 11:1-10 | Mzm 72:2.7-8.12-13.17 | Luk 10:21-24

Roh Tuhan akan ada padanya (Yes 11:1-10)

Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh penasehat dan keperkasaan, roh pengenal dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan. Seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggangnya. Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput besama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tanganya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Mu yang kudus. Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

 

ANDAIKATA gambaran Nabi Yesaya tentang Kerajaan Damai terwujud hari ini, betapa wajah dunia akan berubah menjadi surga yang indah bagi semua orang dan makluk ciptaan Tuhan. Mari kita lihat beberapa unsur. Domba dan serigala hidup bersama, demikianpun kambing dan macan tutul. Anak kecil akan menjadi gembala singa, lembu dan beruang yang makan rumput. Anak kecil bermain dengan ular beludak. Tentu gambaran ini bukan situasi nyata tetapi impian di tengah dunia yang begitu dikuasai kekerasan karena egoisme manusia. Kekerasan terjadi karena orang tidak lagi memandang hakekat diri sesama dan ciptaan sebagai karunia Tuhan, melainkan sarana untuk memuaskan keinginan dirinya.

DI MATA Yesus, titik utama yang bisa membaharui keadaan dunia yang dipenuhi egoisme itu adalah belajar untuk menyelami, apa yang berkenan di hati Bapa dan mewujudkannya. "Semua Engkau sembunyikan bagi orang bijak tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil", kata Yesus. Apakah Bapa hanya berpihak pada orang kecil dan tidak peduli pada orang bijak? Tidak! Dengan berpihak pada orang kecil, Bapa hendak mengatakan, bahwa tak boleh ada seorang pun merasa berhak memandang rendah orang lain. Semua setara di mata Tuhan. Kesetaraan inilah yang diperjuangkan Yesus, agar semua orang memandang sesama sebagai saudara, saling menolong satu sama lain, sehingga harapan yang dinyatakan oleh Nabi Yesaya dapat diupayakan. Tak akan ada kesempurnaan di dunia ini, tetapi tidak salah jika kita menjadikan tempat kediaman bersama yang lebih baik.

MASA ADVEN merupakan saat yang tepat untuk merenungkan impian itu. Kita diajak untuk membenahi diri melalui pertobatan, karena akar semua kekerasan ada pada dosa. Jika kita rela bertobat, kita menyelesaikan satu masalah yang melekat pada diri kita, lalu kita berusaha mengatasi masalah dalam relasi dan komunikasi dengan sesama dan makluk ciptaan Tuhan yang lain. Nah, andaikata semangat ini menjadi roh bersama komunitas umat beriman, bukankah masalah-masalah kekerasan dan ketidakadilah akan sirna dengan sendirinya? Di tengah persaudaraan yang tulus, egoisme tak mempunyai tempat, kekerasan pun tak berakar. (ap)

Betapa indah dunia ciptaanMu ini, ya Tuhan, jika kami semua rela membangunnya menjadi kediaman bersama yang tenteram. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 72:2.7-8.12-13.17; R: lh. 7)

Ref: Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-
         lamanya.

  1. Ya Allah, kiranya raja mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang ter- tindas dengan hukum!
  2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
  3. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas dan orang yang tidak punya penolong; Ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
  4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
 

Yesus bergembira dalam Roh Kudus (Luk 10:21-24)

Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil, Ya Bapa, itulah yang berkenan di hatiMu. Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan seorang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-muridNya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, namun tidak mendengarnya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge