Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Sabtu, 5 November 2016
   
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
Flp 4:10-19 | Mzm 112:1-2.5-6.8a.9 | Luk 16:9-15

Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Flp 4:10-19)

Saudara-saudara, aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya kalian semakin menaruh perhatian lagi kepadaku. Memang perhatianmu selalu ada, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Hal ini kukatakan, bukan karena aku kekurangan. Sebab aku telah belajar mencukupi diriku dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku pun tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara, tiada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan; baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik jugalah perbuatanmu, yaitu bahwa kalian telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kalian sendiri pun tahu, hai orang-orang Filipi. Waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan utang-piutang dengan daku selain kalian. Di Tesalonika, aku telah satu dua kali menerima kiriman bantuan dari kalian. Yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya yang makin menambah keuntunganmu. Kini aku telah menerima dari padamu semua yang perlu, malahan lebih daripada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

 

SESUDAH membebaskan para sandera dari pembajak di Don Muang, Thailand, semua anggota pasukan komando RI di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, mendapat promosi kenaikan pangkat secara luar biasa. Semua anggota pasukan dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi, sedangkan satu-satunya anggota yang tewas, yakni Capa Akhmad Kirang, mendapat kenaikan pangkat secara anumerta dua tingkat lebih tinggi. (Subroto, H. Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2009. hal. 296). Promosi dan kenaikan pangkat luar biasa ini hanya diberikan kepada orang yang menunjukkan, bahwa kualitas dirinya lebih tinggi dari yang lain-lain.

Yesus serius mengingatkan para murid dengan berkata, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar; dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." Ukuran yang dipakai juga ukuran duniawi, apakah seseorang dapat mengurus dirinya sendiri dengan baik, sehingga kepadanya dapat dipercayakan tugas pemeliharaan umat Allah. Karena itu, setiap orang beriman perlu belajar dan memahami siapa dirinya dan apa peranan yang ditentukan Allah baginya. Tugas umat Allah ialah mengabdi Tuhan dalam wujud pelayanan kepada sesama. Karena itu, tidak mungkin seorang pelayan Tuhan sekaligus menjadi pelayan mamon. Jika seseorang tidak dapat menjauhkan dirinya dari mamon ketika masih kecil, bagaimana mungkin ia dapat menjauhkan diri dari mamon yang besar dan memberi kenikmatan hidup menurut ukuran dunia. Dalam karya pewartaan firman Tuhan, tidak ada pilihan selain total menjadi hamba Tuhan.

Di dalam kehidupan umat beriman, ada orang yang sungguh-sungguh tidak mau repot dengan kegiatan bersama. Yang lain mengambil bagian karena kewajiban. Ada yang berperanan di balik layar dan melayani dengan tulus, sementara yang lain memanfaatkan pelayanan itu agar berperanan dalam kelompok dan menjadi terkenal. Apa ukuran kita untuk mengukurnya? Prinsip kita ialah prinsip Kristus, seperti mencari dan menyelamatkan yang hilang, melayani orang yang berdosa, membawa penghiburan, damai dan keadilan. Jika nilai-nilai ini dapat kita tegakkan dalam kehidupan bersama, kita memang layak dan berhak menjadi murid yang baik di mata Tuhan. Mari berjuang untuk meraihnya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ukurlah diri kami dengan ukuran salibMu, agar pelayanan kami semakin dimurnikan di hadapanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:1-2.5-6.8a.9; R: 1a)

Ref: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
  2. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.
  3. Hatinya teguh, ia tidak takut. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
 

Jika kalian tidak setia mengurus mamon yang durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu? (Luk 16:9-15)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Kalian membenarkan diri dihadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge