Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 32
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Rabu, 9 November 2016
  Pesta Pemberkatan Basilika Lateran
 

ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK DAN ALLAH YAKUB ADALAH ALLAH YANG HIDUP, SEBAB DI HADAPAN DIA SEMUA ORANG HIDUP

 
 
 
Yeh 47:1-2.8-9.12 | Mzm 46:1-5.5-6.8-9; R.5 | 1 Kor 3:9b-11.16-17 | Yoh 2:13-22

Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci, ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup (Yeh 47:1-2.8-9.12)

Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke gerbang Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu, mengalir menuju ke Timur, sebab Bait Suci itu menghadap ke Timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan Bait Suci, sebelah Selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar menuju gerbang Utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke Timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah Selatan. Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah Timur, menurun ke Araba Yordan dan bermuara di Laut Asin; maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan yang daunnya tidak pernah layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

 

MENGAPA pemberkatan sebuah basilika menjadi pesta seluruh gereja, yang bahkan kalau jatuh pada hari Minggu, dirayakan selaku pengganti dari liturgi hari Minggu tersebut? Gereja Lateran didirikan oleh Kaisar Konstantin pada tahun 324, diberkati oleh Paus Silvester dan dipersembahkan kepada St. Yohanes Pembaptis. Gereja Lateran menjadi induk dan kepala seluruh Gereja di Roma dan dunia (omnium urbis et orbis ecclesiarum mater et caput). Di sinilah sesungguhnya keudukan Sri Paus sebagai uskup Roma dan uskup seluruh Gereja Katolik. Di gereja inilah Porta Sancta (Pintu Kudus) dibuka pada awal perayaan Tahun Kerahiman yang masih berjalan sampai hari ini, yang kemudian diikuti oleh berbagai keuskupan di seluruh dunia, membuka pintu ziarah bagi umat Tuhan.

Refleksi kita tidak berpusat pada bangunan Gereja Lateran, tetapi makna rohani Bait Allah. Berbicara tentang Bait Allah, pikiran kita tertuju ke bangunan kenizah di Yerusalem. Namun bangunan itu hanya tanda karunia yang lebih besar, yakni Bait Allah yang menjadi sumber rahmat pemberi hidup. Yesus menggunakan istilah yang sama tetapi dengan arti yang berbeda, karena Ia merujuk ke tubuh-Nya sendiri. Karena pembaptisan, semua umat beriman menjadi anggota tubuh Kristus, sehingga Paulus menyebut bait suci tersebut ialah umat beriman yang telah menerima Kristus sebagai Penyelamat. Maka, yang paling utama dalam perayaan ini adalah menyadari tanggung jawab memelihara kekudusan diri, sehingga bersama-sama kita mewujudkan persekutuan umat sebagai Bait Suci baru yang kudus karena bebas dari kecemaran, dan menjadi tanda harapan bagi banyak orang.

Perkara kekudusan tubuh itu melekat pada keputusan setiap pribadi, apa yang harus dia lakukan untuk mencapainya. Namun alangkah baiknya kalau kita bersama-sama memperhatikan aspek kekudusan bersama dan bagaimana kita saling membantu agar rahmat pengudusan itu mengalir nyata dalam hidup setiap orang. Ketika menghadiri perayaan liturgi, baiklah kita berpakaian yang pantas agar tidak mengundang pikiran negatip atau membuat risih dan marah seseorang. Kita perlu berbicara sopan dan tahu menghargai sesama, hindari sumpah serapah dan emosi yang berlebihan. Kita perlu menciptakan nuansa harmoni dalam kebersamaan, agar setiap orang dapat mengalami apa makna kekudusan bagi driinya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kuduskanlah tubuh kami agar layak menjadi rumah kediamanMu, yang membawa sukacita bagi semua. Amin!

(c) 2016 twm

BACAAN LAIN:
Kamu adalah tempat kediaman Allah (1 Kor 3:9-11.16-17)

Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah dan bangunanNya. Sesuai dengan kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaKu, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi, tiap-tiap orang harus memperhatikan bagaimana ia harus membangun di atas dasar itu. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu adalah kamu.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 46:2-3.5-6.8-9)

Ref: Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindunganNya aman sentosa.

  1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekali pun bumi berubah, sekali pun gunung-gunung goncang di dalam laut.
  2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
  3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan permusuhan di bumi.
 

Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuhNya sendiri (Yoh 2:13-22)

Ketika sudah dekat Hari Raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba dan merpati dan penukar-penukar uang duduk di situ. Maka Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka dari Bait Suci dengan semua kambing, domba dan lembu mereka. Uang para penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya. Kepada pedagang-pedang merpati Ia berkata, “Ambillah semuanya ini dari sini, jangan membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis: Cinta akan rumahMu menghanguskan Aku.
Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya, “Tanda apakah yang Engkau tunjukkan kepada kami bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka, “Rombaklah Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepadaNya, “Empat puluh enam tahun orang mendirikan bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan Yesus dengan bait Allah ialah tubuhNya sendiri. Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-muridNya, bahwa hal itu telah dikatakanNya. Maka percayalah mereka akan Kitab Suci dan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge