Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 34
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Jumat, 25 November 2016
   
 

AKU BERKATA KEPADAMU, SESUNGGUHNYA HARI INI JUGA ENGKAU AKAN ADA BERSAMA-SAMA DENGAN DAKU DI DALAM FIRDAUS

 
 
 
Why 20:1-4.11-21:2 | Mzm 84:3-6a.8a | Luk 21:29-33

Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka. Aku melihat Yerusalem baru turun dari surga (Why 20:1-4.11-21:2)

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat turun dari surga, memegang anak kunci jurang maut dan sebuah rantai besar di tangannya. Ia menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis dan Setan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut. Pintu jurang maut itu kemudian ditutup dan dimeteraikannya, jangan sampai naga itu menyesatkan lagi bangsa-bangsa, sebelum masa seribu tahun itu berakhir. Kemudian naga itu akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya. Kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa mereka yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena Sabda Allah. Mereka itu tidak menyembah binatang dan patungnya, dan tidak menerima tanda binatang itu pada dahi dan tangan mereka. Mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Lalu aku melihat sebuah singgasana, putih dan besar, dan aku melihat Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Kemudian semua kitab dibuka. Juga sebuah kitab lain dibuka, yaitu Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Demikian pula maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Dan mereka masing-masing dihakimi menurut perbuatan mereka. Kemudian maut dan kerajaan maut itu dilemparkan ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua, yakni lautan api. Dan barangsiapa namanya tidak ditemukan tertulis dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api itu. Lalu aku melihat langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku, Yohanes, melihat kota kudus, yaitu Yerusalem baru, turun dari surga, dari hadapan Allah, berhias bagaikan mempelai yang berdandan untuk suaminya.

 

BERJAGA-JAGA boleh disebut sebagai tema utama saat Yesus berbicara tentang kedatangan Kerajaan Allah. Di depan Pilatus, Yesus mengatakan, bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, sebab jika kerajaan-Nya dari dunia, hamba-hamba-Nya tak akan membiarkan Dia ditangkap dan diadili oleh penguasa dunia (bdk. Yoh 18:36). Jika hakekat Kerajaan Allah seperti yang dikatakan Yesus, maka bentuk konkritnya pun tidak seperti kuasa duniawi yang dikenal bangsa-bangsa. Jikalau terbentuknya kuasa duniawi pun sering tak dapat diperkirakan manusia, apalagi kalau itu Kerajaan Allah yang tidak memiliki bentuk ragawi. Karena itu, dari manusia dituntut iman untuk bisa menerima misteri tersebut, mencerna, meresapkan dalam hati dan sedapat mungkin menjabarkannya dalam hidup.

"Apabila kalian melihat pohon itu mulai bertunas, kalian tahu bahwa musim panas sudah dekat", demikian kata Yesus memberi perumpamaan. Ciri lahiriah ini akan selalu berubah-ubah sesuai dengan perubahan jaman, tetapi tujuannya tetap sama, yakni mengingatkan bangsa-bangsa, bahwa kuasa Ilahi itu tidak hilang. Bangsa manusia akan sampai pada tahapan, bahwa ia harus berhadapan dengan Tuhan yang mengadili dirinya, apakah ia layak untuk masuk Kerajaan Allah atau dicampakkan keluar karena tidak layak. Pesan dasar ini tidak berubah, karena segala hal jasmaniah berlalu dan digantikan oleh hal baru, tetapi Sabda Tuhan tidak pernah berlalu. Sabda itu tetap ada, mengingatkan manusia akan akar dan tujuan hidup yang harus dipenuhi menurut penentuan Tuhan.

Apa yang harus kita lakukan sebagai wujud berjaga-jaga? Pertama-tama, kita harus selalu berpaling pada pedoman hidup yang berakar pada Sabda Ilahi. Dengan Sabda Ilahi sebagai filter, kita lalu menentukan gaya hidup yang harus kita jalani. Ketika dunia menawarkan kenikmatan hidup, kita menanggapi dengan meningkatkan disiplin diri dalam pelatihan rohani dan mati raga. Ketika dunia mengagungkan modal dan ekonomi pasar bebas, kita mengupayakan solidaritas sosial dan kerja sama menolong yang lemah. Ketika dunia memuja teknologi yang menerobos kehidupan pribadi, kita menawarkan persekutuan umat yang tulus dan bermartabat. Itulah antara lain cara kita berjaga-jaga. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kobarkanlah cinta kami, agar kami menanti dengan rindu kedatanganMu yang menyelamatkan. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 84:3-6a.7a; R: Why 21:36)

Ref: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu. Langkah mereka makin lama makin tinggi.
 

Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (Luk 21:29-33)

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula, jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge