Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA ADVEN PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
   Minggu, 27 November 2016
   
 

 
 
 
Yes 2:1-5 | Mzm 122:1-2.4-9; R. 1 | Rm 13:11-14a | Mat 24:37-44

Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi (Yes 2:1-5)

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem: Pada hari yang terakhir akan terjadi hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di puncang gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, "Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan." Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan mejadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan dalam terang Tuhan.

 

PERAYAAN Ekaristi selalu ditandai dengan prosesi imam dan para pelayan altar dari sakristi menuju ke altar. Ada banyak prosesi lain yang melibatkan umat, seperti prosesi pada Minggu Palem, prosesi Sakramen Mahakudus pada hari Kamis Putih, prosesi patung Bunda Maria di tempat ziarah. Hari- hari menjelang Indonesian Youth Day, Oktober 2016, di mana-mana diselenggarakan prosesi salib, yang tidak hanya melibatkan kaum muda Katolik, tetapi juga orang-orang dari berbagai kalangan agama. Semua itu sesungguhnya menggambarkan satu hal pokok, yakni bahwa hidup kita sebagai orang beriman merupakan sebuah prosesi kembali ke Rumah Bapa, menuju keselamata kekal menurut janji Kristus.

RAMALAN kedatangan Mesias mewarnai pewartaan Firman yang dilakukan oleh Nabi Yesaya. Gunung tempat Rumah Tuhan berdiri tegak. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa akan pergi agar diajari jalan kebenaran yang akan ditempuh untuk mencapai Rumah Tuhan. Namun kapan itu akan terjadi? Tak ada yang bisa memastikannya selain Bapa Surgawi. Yang harus dilakukan oleh manusia ialah selalu berjaga-jaga. "Hendaklah kamu selalu siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga", kata Yesus kepada para murid. Tindakan berjaga-jaga ini digambarkan secara praktis oleh St. Paulus. "Malam sudah hampir lewat, sebentar lagi pagi akan tiba. Marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan per- lengkapan senjata terang" (Rm 13:12). Bagaimana wujud konkritnya? Jangan ada pesta pora dan kemabukan. Jangan ada percabulan dan hawa nafsu. Jangan ada perselisihan dan iri hati. Kita perlu menghayati hidup moral yang sesuai dengan Firman Tuhan.

MASA ADVEN adalah masa refleksi diri untuk menerapkan petunjuk Tuhan di atas. Mari kita menyadari, bahwa tujuan kita beriman adalah untuk meraih keselamatan dalam Rumah Bapa. Keselamatan ini disiapkan Bapa bagi semua orang, karena itu kita perlu saling menolong agar semua dapat menggapainya. Namun karena tak ada yang tahu kapan itu terjadi, mari kita membina pola hidup yang benar di hadapan Tuhan. Jadilah orang yang jujur dan lurus dalam kata dan perbuatan. Jangan hidup menurut hawa nafsu, tetapi menurut disiplin rohaniah. Kita perlu meningkatkan taraf hidup tetapi tak menggadikannya dengan kemewahan. Kita berhak hidup bermartabat, tetapi bukan hamba harta, kuasa dan aneka kenikmatan. Ingatlah selalu kakekat diri kita sebagai anak-anak Tuhan. (ap)

Datanglah, ya Imanuel! Datanglah, ya Yesus. Kami menanti dengan rindu, kehadiranMu yang penuh cinta bagi, oh Putera Daud. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 122:1-2.4-9; R: lih. 1)

Ref: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  2. Kepadamu, hai Yerusalem, suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalem lah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
  3. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu."
  4. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku, aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu. Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
 

Keselamatan sudah dekat pada kita. (Rm 13:11-14a)

Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

 

Berjaga-jagalah dan bersiapsiagalah! (Mat 24:37-44)

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu, orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pula lah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi, ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” 

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge