Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Kamis, 3 November 2016
  St. Martinus de Pores, biarawan
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
Flp 3:3-8a | Mzm 105:2-7 | Luk 15:1-10

Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus (Flp 3:3-8a)

Saudara-saudara, kitalah orang-orang bersunat, yaitu kita yang beribadat oleh Roh Allah, yang bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Meskipun demikian sebenarnya aku mempunyai alasan untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Kalau orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: aku disunat pada hari kedepalan, aku seorang Israel dari suku Benyamin, aku seorang Ibrani asli. Mengenai pendirian terhadap hukum Taurat, aku orang Farisi; mengenai kegiatanku dalam agama Yahudi aku penganiaya jemaat; mengenai kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya.

 

KETIKA masih di sekolah dasar (awal tahun 1970-an), saya masih sempat ikut menggembalakan kambing dan domba di padang. Kawanan itu milik bersama, di mana sejumlah orang membawa sejumlah kambing dan domba untuk dihimpun bersama yang lain, antara lain untuk proses perkawinan yang menghasilkan anak-anak berkualitas. Tugas itu menyenangkan, tapi kalau sampai ada kambing atau domba yang hilang, tugas itu menjadi berat karena yang hilang itu harus ditemukan. Satu orang mengawasi hewan yang lain, sementara yang lain mencari sampai ada kepastian, ditemukan atau mati. Biasanya kabar dengan cepat menyebar di antara para pemilik hewan gembalaan, dan semua menanti dengan cemas. Maka, kalau hewan itu ditemukan dalam keadaan selamat, kabar gembira pun cepat menyebar, teristimewa ke para pemilik hewan.

Perilaku eksklusif orang-orang Farisi membuat masyarakat terkotak-kotak dalam kelas-kelas berbeda. Mereka menganggap diri sebagai yang paling benar karena mereka mengerti dan menaati hukum Tuhan. Orang-orang biasa, terutama orang berdosa, tidak dibimbing ke jalan yang benar tetapi dikutuk agar tidak meraih jalan keselamatan. Maka sikap Yesus menjadi gangguan bagi ketenangan mereka, karena Yesus terbuka dan bergaul rapat dengan orang-orang berdosa. Akar sikap Yesus ada pada tujuan pelayanan-Nya, yakni mencari dan menyelamatkan yang hilang. Karena itu, sukacita karena pertobatan orang berdosa sangat besar nilainya di mata Yesus, sebab untuk menyelamatkan satu jiwa itu, ia berkorban banyak hal, antara lain ditolak dan dicibir oleh orang-orang Farisi.

Sebagai murid Yesus, kita tentu mengatakan, bahwa kita pun berkewajiban mencari domba-domba yang hilang. Tetapi, kita tidak akan tulus mencari domba-domba yang hilang itu, andaikata kita tidak mengubah pola pikir kita agar menyerupai pola pikir Yesus. Apa sesungguhnya tujuan pelayanan kita? Seperti Yesus, kita pun perlu memurnikan pelayanan itu, sehingga sungguh-sungguh menjadi jalan keselamatan bagi semua orang. Semakin banyak jiwa yang dituntun keluar dari dosa, semakin berhasillah karya pelayanan itu. Karena itu, tanpa harus berbuat dosa, kita perlu membuka diri dan bergaul dengan orang berdosa, agar oleh terang Tuhan, mereka pun meraih kesempatan melihat kebenaran. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami untuk selalu meneladani Engkau, menggapai hidup orang-orang yang mencariMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 105:2-7; R: 3b)

Ref: Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.

  1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya; percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
  2. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
  3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya; hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
 

Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat (Luk 15:1-10)

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, “Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge