Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 32
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Selasa, 8 November 2016
   
 

ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK DAN ALLAH YAKUB ADALAH ALLAH YANG HIDUP, SEBAB DI HADAPAN DIA SEMUA ORANG HIDUP

 
 
 
Tit 2:1-8.11-14 | Mzm 37:3-4.18.23.27.29 | Luk 17:7-10

Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan Penyelamat kita Yesus Kristus (Tit 2:1-8.11-14)

Saudaraku terkasih, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Para lanjut usia hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan. Demikianlah pula para wanita tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik, dan dengan demikian mendidik wanita-wanita muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengurus rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suami, agar sabda Allah jangan dihujat orang. Demikian pula terhadap orang-orang muda. Nasihatilah mereka, supaya menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Sebab sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan pernyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar, dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

 

SEBAGAI seorang imam, merayakan Ekaristi setiap hari sudah menjadi bagian dari diriku, tugasku, kewajibanku, yang terus berkembang menjadi kehidupanku, sumber sukacita dan kekuatanku. Karena itu, kalau orang- orang mempersembahkan intensinya, baik yang dirayakan dalam perayaan umum atau dalam perayaan khusus, untuk saya itu akan berjalan sebagai mana mestinya. Ada atau tidak ada stipendium yang diberikan, itu tidak menjadi soal buatku, karena hakekat utama sukacitaku tidak terletak pada stipendium itu, tetapi pada memenuhi kewajibanku sebagai seorang imam, karunia yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Maka saya merasa risih, kalau orang merasa harus datang secara khusus menyampaikan terima kasih, membawa bingkisan, "uang honor" dan aneka macam hal lain. "Pertahankan semangat itu", kata pembimbing rohaniku, ketika aku sharing pengalaman tersebut.

Ketika Yesus mengingatkan para murid untuk menumbuhkan mentalitas "hamba-hamba tak berguna yang hanya menjalankan tugas", Ia sedang menyadarkan mereka, bahwa karya keselamatan itu adalah karya dari Tuhan sendiri. Tuhan berinisiatip untuk membangun kembali komunikasi dengan manusia yang terputus oleh dosa. Ia mengirim orang-orang pilihan yang diberi karunia membahasakan pewahyuan diriNya kepada banyak orang. Puncaknya ialah perutusan Kristus, di mana korban salib menjadi penyempurna seluruh rencana keselamatan. Karena itu, tugas para murid hanyalah meneruskan warta keselamatan dan membimbing umat beriman melihat kebenaran, bukan pemilik kebenaran.

Banyak orang beriman yang merasa berjasa membawa orang menerima dan mengimani Kristus. Ia lalu bersikap sebagai pengendali. Terjerat oleh hutang budi, orang-orang yang dibawanya kepada Kristus pun tunduk di bawah pengaruhnya. Kasus semacam ini merupakan contoh bagaimana kita dapat memanipulasi kewajiban iman untuk menonjolkan kekuasaan. Pewartaan iman itu tugas yang melekat pada baptisan, bukan pilihan yang berhak menerima ganjaran. Karena itu, ketika seseorang berusaha meraih pengakuan, penghormatan, bahkan imbalan harta, ia mengingkari hakekat kewajibannya sebagai orang Kristiani. Sikap ini tidak dibenarkan dalam penghayatan iman Kristiani. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu menjalankan kewajiban kami tanpa mencari pamrih dalam bentuk apapun. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 37:3-4.18.23.27.29; R: 39a)

Ref: Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.

  1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
  2. Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
  3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; tetapi orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.
 

Kami ini hamba-hamba tak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan (Luk 17:7-10)

Yesus bersabda kepada para murid, “Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau mengembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan?’ Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum; dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum?’ Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kalian. Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, ‘Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge