Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Rabu, 16 November 2016
   
 

TAK SEHELAIPUN DARI RAMBUT KEPALAMU AKAN HILANG, KALAU KAMU TETAP BERTAHAN KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU

 
 
 
Why 4:1-11 | Mzm 150:1-6 | Luk 19:11-28

Kuduskanlah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak
(Why 4:1-11)

Aku, Yohanes, melihat: Sungguh, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu pernah kudengar berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya “Naiklah kemari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.” Segera aku dikuasi oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta berdiri di surga, dan di atas takhta itu duduklah seseorang. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu nampak bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dan suatu pelangi melingkungi takhta itu, gilang-gemilang, bagaikan zamrud rupanya. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di atasnya duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu. Itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan Kristal. Di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilinganya ada empat makhluk penuh dengan mata di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, makhluk yang kedua seperti anak lembu, makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, sedang makhluk yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa henti-hentinya mereka berseru siang dan malam, “Kudus! Kudus! Kuduslah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian, dan hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu. Dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

 

BERTAHUN-TAHUN melayani komunitas internasional di tiga keuskupan: Surabaya, Denpasar dan Pangkalpinang, merupakan kesempatan istimewa bagiku untuk tetap memelihara kemampuan Bahasa Inggrisku. Sekarang aku bisa berkotbah tanpa teks dan dengan bebas melompat dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Akan tetapi, yang terpenting menurut saya ialah, terbukanya pintu bagiku untuk menimba kekayaan literatur sastra dan sains dalam Bahasa Inggris dan pergaulan internasional. Satu karunia membuka pintu bagi karunia lain, sementara banyak orang lain tidak memperoleh kesempatan serupa. Terima kasih Tuhan.

"Ambil mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina", kata raja itu, dalam perumpamaan Yesus. Raja itu sedang melakukan seleksi, siapa hamba yang layak dan siapa yang tidak. Dengan memberi uang sepuluh mina itu ia juga membuat investigasi, siapa yang bisa bekerja bersama dia dan siapa yang tidak. Bagi yang layak, karunia yang akan ia peroleh lebih banyak. Ia sudah memiliki sepuluh mina, tetapi kepadanya diberi tambahan satu mina, berarti tambahan kepercayaan dan tanggung jawab. Itulah sesungguhnya tuntutan Tuhan dari umat beriman. Kita harus berusaha maksimal memberdayakan karunia Tuhan, sehingga berkat karunia tersebut kita menerima karunia yang lain.

Perjalanan iman adalah tanggung jawab seumur hidup. Kita diberi bakat dan kemampuan yang perlu kita kembangkan, agar bermanfaat bagi diri kita, sesama dan Gereja Kudus. Kita tidak hanya menolong diri sendiri, tetapi juga sesama yang tak mampu menolong dirinya. Berkat upaya kita, karunia Tuhan dapat juga dicurahkan ke atas mereka melalu kita. Di sini kita membangun solidaritas umat Allah. Alangkah indahnya, kalau semua umat Allah siap menanggapi kehendak Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya Engkau rela "menginap" di rumah kami, karena Engkau melihat kerendahan hati kami bertumbuh. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 150:1-6; R: Why 4:8b)

Ref: Kudus! Kudus! Kuduslah Tuhan, Allah yang mahakuasa!

  1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
  2. Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian. Pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling.
  3. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.
 

Mengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang? (Luk 19:11-28)

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, “Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberi mereka sepuluh mina, katanya, ‘Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.’ Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.’ Katanya kepada hamba itu, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik! Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.’ Datanglah yang kedua dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina.’ Katanya kepada orang kedua itu, ‘Dan engkau, kuasailah lima kota.’ Dan hamba yang ketiga datang dan berkata, ‘Tuan, inilah mina Tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras. Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh, dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur.’ Kata bangsawan itu, ‘Hai hamba yang jahat! Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras. Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh dan menuai apa yang tidak kutabur. Jika demikian, mengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembalinya, aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.’ Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambillah mina yang satu itu dan berikankanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.’ Kata mereka kepadanya, ‘Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.’ Ia menjawab, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge